Tampilkan postingan dengan label sedikit-sedikit jadi bukit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sedikit-sedikit jadi bukit. Tampilkan semua postingan

Jumat, Oktober 07, 2011

Flashback

Untuk Papa,

Pa, mungkin anak bungsu Papa yang cerewet, banyak tanya, banyak protes, banyak membantah, aksen bicara seperti anak-anak, suara cempreng, berlesung pipi yang tidak proporsional dengan ukuran badan, mata kecil yang agak sipit, mulut kecil, dan jari-jari panjang ini sangat rindu pada Papa. Sudah sangat sering akhir-akhir ini Papa ke luar kota menjadi tutor untuk sebuah universitas, bolak-balik ke Payakumbuh, Painan, Sawahlunto, Bukittinggi, Pariaman, dan daerah lainnya. Pa, hanya seragam sekolah Riri yang putih abu-abu, hanya lambang sekolah Riri yang lambang SMA, dan hanya kelas Riri yang kelas XI, tapi anak bungsu tetaplah anak bungsu. Orang bilang anak bungsu itu manja, mungkin Riri memang manja, tapi apa salah bila Riri sangat rindu untuk kembali seperti dulu? Seperti dulu waktu belum berumur 5 tahun, Riri selalu menggenggam jempol Papa dengan genggaman penuh jari-jari yang masih mungil bila berjalan dengan Papa. Dulu, waktu Papa masih sanggup menggendong Riri dengan berat badan yang hanya sepersekian dari berat Papa. Tapi, sebenarnya bukan digendong atau hal yang lain yang Riri inginkan. Saat ini tentu tidak mungkin lagi Papa bisa menggendong Riri yang sekarang sudah lebih 40 kg, yang bila kita berjalan tinggi Riri sudah hampir sama dengan Papa.

Dari kecil, walaupun Riri anak bungsu tapi Papa dan Mama tidak pernah terlalu memanjakan Riri, Uda, Uni sekalipun. Riri masih ingat bahwa cuma Riri-lah satu-satunya murid SD yang dijemput orangtua tapi orangtuanya tidak membawakan ransel anaknya. Papa dan Mama membiarkan Riri bertanggungjawab dengan apa yang seharusnya jadi tanggungjawab Riri. Sekarangpun, Riri juga tidak mau Papa menjemput ke sekolah lalu membawakan ransel yang berisi buku bilingual dan buku-buku tulis itu di tangan kanan Papa, dan tupperware kosong Papa jinjing di tangan kiri.

Papa mungkin tidak pernah tau bahwa Riri sangat ingin menguasai ilmu sains dasar dengan keidiotan, kecerobohan, dan pelafazan sedikti cadel kata-kata yang mengandung huruf R dan L yang bila sangat banyak dalam satu kata ini, Riri sangat ingin pintar bercakap di muka umum dengan aksen bicara seperti anak-anak ini, Riri sangat ingin memberi pengaruh yang sangat besar kepada orang lain melalui kata-kata sederhana yang Riri ucapkan dengan suara yang agak cempreng ini, Riri sangat ingin mahir bernyanyi dengan suara yang sulit menjangkau nada rendah ini, Riri sangat ingin pintar memainkan peran dengan perawakan anak yang masih kecil ini, Riri sangat ingin menguasai komputer dan segala hal di dalamnya dengan kemalasan ini, Riri sangat ingin lancar berbahasa Inggris dengan kemalasan membaca dan mengucapkan bahasa Inggris, Riri sangat ingin bisa menjadi tempat curhat orang lain dengan pemecahan masalah yang sering macet ini, Riri sangat ingin menjadi orang yang sangat penting tanpa kesombongan dan keangkuhan. Tanpa Riri sadari, Riri sudah menarsiskan diri Riri sendiri agar jadi mirip dengan Papa.

Pagi-pagi sekali, sesaat sebelum adzan Shubuh Riri sudah terbangun, yang pertama kali Riri cari adalah Papa, karena rasanya sudah sangat lama tidak bercengkrama dengan Papa. Dalam bincang-bincang singkat yang sangat melegakan itu, Riri iseng membuka percakapan dengan topik Kelapa Dinas baru atau sekedar menanyakan sebuah Negara. Karena terlalu rindu pada Papa, anakmu ini Pa sudah lupa yang mana Timur dan yang mana Barat, sudah lupa dimana letak Indonesia di peta dunia, lupa mencuci seragam yang akan dipakai untuk esok hari, lupa mengumpulkan buku, lupa tujuan melangkah ke sekolah. Pa, di sekolah Riri memang dididik untuk jadi sukses, tapi di sekolah tidaklah pernah Riri dididik untuk jadi pribadi yang sukses, berbagai motivasi yang Riri dapat dari Papa lah yang secara tidak langsung mendidik Riri untuk jadi pribadi yang sukses.

Hanya satu persaman yang kita miliki, yaitu hidung. Pagi-pagi sebelum keluar dari kamar, bila tau hari itu Papa keluar kota lagi, Riri selalu berdiri menatap diri di cermin lemari, menarik-narik hidung yang rasanya tidak akan jadi panjang ini. Biasanya bila Papa ada di rumah, Riri bisa melihat hidung yang sama tanpa harus berhadapan dengan cermin terlebih dahulu, dan sesungguhnya kehadiran Papa itu yang sangat Riri rindukan.

Kehadiran Papa tidak pernah sia-sia, melalui canda tawa, perkataan serius, atau kata-kata sederhana pun Papa bisa menyampaikan kasih sayang dan nasihat-nasihat untuk anak-anak Papa. Riri tidak menyalahkan pekerjaan Papa sebagai tutor itu, tapi Riri hanya ingin punya satu waktu yang sangat berkualitas dengan Papa, Mama, Uda, dan Uni dengan interval waktu yang teratur. Pa, semoga setelah ini Riri punya banyak waktu dengan Papa, Mama, Uda, dan Uni.

_si bungsu yang tidak punya air mata_

Sabtu, Agustus 20, 2011

PESANTREN

Pesantren, pe+e es+a datang en diselipin te er+e datang en jadi BOSAN. Pesantren tahun ini memang gak mungkin dibilang pesantren kilat, mana mungkin 20 hari itu dibilang kilat. Ya, kilat sih kilat kalau dibandingin sama jumlah hari setahun, tapi kan pesantren cuma di bulan Ramadhan dan jumlah harinya cuma 30 paling maksimal. Di Padang, pesantren selama bulan Ramadhan ini memang sudah biasa, kalau gak salah udah 8 tahun berlalu. Kalau gak ikut pesantren gimana? Gak gimana-gimana sih palingan cuma gak bisa terima rapor waktu akhir semesteran. Nye?sek, yep.

Rasanya udah lama gak ngepost sesuatu di blog ini. Kangen juga. Maklum lagi sibuk. Bulan Ramadhan ini harusnya menyenangkan kalau gak ada pekerjaan rumah yang kepanjangannya PR (kebalik -_-), jadi menyedihkan ditambah dengan pesantren. Masa pesantren terakhirnya tanggal 25? Oh haha lucu sekali, cuma dapet libur 4 sebelum Lebaran, miris.

Anehnya pesantren tahun ini yaitu, ada pertukaran jadwal! Heh, kebijakan macam apa itu, gak semua orang bisa dengan mudah menyesuaikan diri haha. Enakan pesantren subuh, biar bisa tidur habis pesantrennya. Nah, ini pesantren jam 9, mikir gak sih gimana mau tidurnya? Tidur habis subuh paling cuma dapet 2 jam, dan malangnya seseorang yang bernama Riri ini minimal tidurnya itu 4 jam (kayak kebo aja). Alhasil, ngantuk-ngantukan deh waktu pesantren. Maaf ya pak buk, tuntutan mata  

#Hal pertama
Entah hari apa gak inget juga, yang penting hari itu lagi pesantren. Lagi asik-asiknya ngafal arti An-Naba' samar-samar kedengeran musik gaje alias gak jelas alias gak penting alias sok penting alias ngeselin alias super duper gak tau malu! What the ---- Ini yang muter musik otaknya belum diangkat dari jemuran kali, tau mesjid malah muter lagu yang malu-maluin, dangdut remix yang gak jelas, somplak banget

#Hal kedua
Di hari yang berbeda, anak-anak pesantren di sini dibikin kaget sampe sesak nafas trus jantungan (gak segitunya) sama salah satu instruktur yang bilang kalau kita harus pake irama muratal buat nyetor ayat
Semua siswa langsung protes-protes kecil, ya iyalah kan pesantrennya cuma tinggal beberapa hari lagi, sedangkan setoran masih banyak yang belum.

Jumat, Mei 06, 2011

Jum'at

Sedikit curhat, hari ini rasanya campur aduk. Mulai daritadi pagi, bangun telat sekitar pukul 05.15 yang biasanya pukul 05.00 udah melek. Bangun trus langsung samber handuk dan terbang ke kamarmandi buat sarapan mandi dan lain-lain, habis itu shalat shubuh dan siap-siap pergi ke sekolah. Pukul 06.08 baru selesai, oke langsung pamit dan cabut dan nyampe di simpang, waktunya menunggu angkot -_- Eh gila, padahal udah lebih 15 menit tapi angkot pada penuh semua, jengjeeeeng akhirnya dapat angkot juga. Alhamdulillah gak telat :D

Begitu sampai di sekolah dengerin kultum Jum'at baru ke kelas. Baru beberapa detik duduk di kelas, ada kakak-kakak kelas datang, pertama nanyain ketua kelas, gak ada, terus wakil dan seterusnya ke sekretaris juga gak ada, akhirnya yang ada cuma bendahara, nah dipanggil deh dia. Ternyata, dia balik ke dalam membawa berita yang agak buruk. Kami disuruh ngebersihin ruang 207 yang kemaren (hari Kamis) kami pake, dan ternyata kami adalah kelas terakhir yang make kelas itu kemaren -________________- Sebelumnya yang make kelas itu kelasnya Cica, Fioni, dll waktu kami masuk, wah wah emang sih dimana-mana ada potongan-potongan kecil karton-karton dan kertas-kertas yang gak jelas. Kursi-kursi dan meja-meja disana pun berantakan banget. Nah, kakak-kakak kelas tadi gak terima kelas mereka dikotorin gitu, sedikit kesel juga sih disuruh ngebersihin itu kelas, tapi ya gimana kelas kami ya bertanggungjawab aja karena kami yang make kelas itu terakhir.

Sedikit cerita lagi, rasanya kami kalau mau make kelas walaupun kelas itu kotor kami berswadaya aja untuk ngebersihinnya, kami gak pernah nyari kelas mana sebelumnya yang make kelas itu, bukan bermaksud sombong atau gimana. Tapi sudah terjadi, ya hitung-hitung gotong royong :D dan menolong hehe

Lalu, jadwal hari Jum'at ini yang pertama adalah English berhubung karena Miss-nya ke Malay jadi rasanya agak bosan dikit sih, walaupun ada Miss Marin (kalau gak salah) dari Germany tapi sumpah deh gak ngerti apa yang dia bilang soalnya dia ngomong Inggris pake logat Jerman. Oh god! Geleng-geleng, angguk-angguk aja di belakang sambil nguap-nguap dikit. Berlanjut ke seni di lantai tiga, sebelum itu ke kantin dulu deh buat beli makanan. Beli nasi ayam goreng balado plus air mineral habis itu langsung bertolak ke lantai tiga. Ampuuuun, capek banget! Kaki rasanya mau copot -,- lebay ah. Guru seni pun juga ke Malay HAHAHAHA habis seni dilanjutkan dengan Kewarganegaraan, apaan sih pr kok ngisi Lks? Kurang setuju sih, apalagi materinya belum dijelasin grrrr. Jam Kwn habis, saatnya untuk para siswa-siswa melaksanakan shalat Jumat.

Selanjutnya belajar Biologi, udah berprasangka bapaknya gak hadir, dan yes beneran gak dateng. Sebelum jam Biologi mulai, dan sebelum istirahat usah nyempatin ke kantin buat beli ice cream hehe. Tapi, apa akibatnya? Kantong Jebol! Ternyata hari ini udah banyak banget jajan -,- Lalalalalaa. Gak tau kenapa juga, akhir-akhir ini yang ada di pikiran itu cuma makan, makan, dan makan. Istirahat usai dan jam Biologi dimulai tanpa guru.

Teeeeeeeeet

Yap, saatnya pulang! Hurraaaaaaaaaaaaaaaay

Sampai di rumah langsung ganti baju, hidupin komputer, hidupin modem dan langsung ONLINE HAHAHA pelampiasan nih, soalnya udah berapa hari gak ol di kompi -_______-

Hari ini cuma itu doang, ini postingan terfrontal yang pernah di post maaf curhat di sini, soalnya gak tau mau curhat sama siapa. Thanks